Inilah Langkah-langkah Sosialisasi BPJS Kesehatan

Sejak digulirkan, prog ram Badan Penyelenggara Jamin an Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Ke se hatan langsung disambut dengan gembira bercampur bingung oleh masyarakat konsumen kesehatan. Hingga kini, sudah ada 155 juta konsumen kesehatan di seluruh Indonesia yang menjadi peserta.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Program BPJS resmi ber ope rasi pada 1 Januari 2014 sebagai transformasi dari PT Askes (Persero) landasan hukumnya adalah UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penye lenggara Jaminan Sosial. Program ini merupakan program pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Karena tujuannya bukan untuk mencari keuntungan, aturan dan tata caranya pun berbeda dari program asuransi kesehatan swasta.

Terkait dengan itulah, sejak 2011, meski program BPJS Kesehatan belum digulirkan, sosialisasi sudah dilakukan kepada peserta dan rekanan BPJS. Yang dimaksud rekanan BPJS di sini adalah fasilitas pelayan kesehatan masyarakat, baik milik pemerintah maupun swasta. Sosialisasi dilakukan dalam berbagai format dan program, seperti dengan melakukan TOT (training for trainer) kepada mitra, juga kepada masyarakat sebagai peserta.

Ada juga program talk show hingga penyampaian informasi melalui media cetak, elektronik, dan digital, tak terkecuali melalui sosial media. Sayang, hasilnya masyarakat masih sering ber tanya-tanya soal hak-hak kepesertaan BPJS Kesehatan mereka. Akibatnya, para dokter dan pihak rumah sakit mitra BPJS Kesehatan sering menjadi tempat tumpahan kekesalan pasien. Ini berarti langkah-langkah sosialisasinya masih belum boleh berhenti.

Buku Lengkap Imunisasi Untuk Anak

Istilah imunisasi pasti familiar di telinga para mama yang punya bayi dan balita. Ya, imunisasi sering dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh. Imunisasi dimaksudkan sebagai suntikan yang berisi vaksin dan dimasukkan ke dalam tubuh seorang anak guna memberikan kekebalan. Semua pertanyaan seputar imunisasi tersaji lengkap di dalam buku ini.

Buku ini juga mengulas mengenai sistem kekebalan tubuh anak, jenis-jenis imunisasi, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, jadwal pemberian imunisasi, dan masih banyak lagi. Plusnya lagi, buku ini juga dilengkapi berbagai bahan alami yang dapat mendukung meningkatnya kekebalan tubuh anak dalam meng hadapi berbagai penyakit. Jadi, setelah membaca buku ini, Mama Papa dapat menerapkan apa-apa yang disarankan demi kesehatan buah hati. Selamat membaca.

Sumber : https://eduvita.org/

Kenali Gejalanya Congekan

Kuman penyebab utama infeksi pada telinga tengah adalah bakteri piogenik, seperti Streptokokus hemolitikus, Stafi lokokus aureus, Pneumokokus. Kadang juga ditemukan Hemofi lus infl uenza, Escherichia colli, Streptokokus anhemolitikus, Proteus vulgaris dan Pseudomonas aeruginosa. Hemofi llus infl uenza sering ditemukan pada anak di bawah 5 tahun.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Gejala congekan tersering yang muncul, bisa berupa nyeri hebat pada telinga disertai dengan demam. Keluhan biasanya diawali batuk pilek yang tidak ditangani dengan baik. Akibatnya, infeksi pada saluran napas ini masuk ke telinga tengah melalui saluran (tuba eustachius). Keadaan tersebut bisa membuat gendang telinga menjadi kemerahan, pembengkakan pada lapisan telinga tengah, dan terbentuknya cairan nanah pada telinga tengah.

Gendang telinga pun jadi menonjol ke arah liang telinga luar. Keadaan inilah yang menimbulkan nyeri pada te linga. Bila dibiarkan, gendang telinga dapat menjadi berlubang karena adanya tekanan dari dalam telinga tengah, sehingga cairan nanah tersebut mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar. Pada kondisi ini anak yang tadinya tenang menjadi gelisah karena nyeri dan suhu badan pun naik.

Penanganan Yang Tepat

Pada prinsipnya, untuk mengobati congekan adalah dengan mengatasi penyebabnya dan membersihkan telinga dari nanah yang keluar. Obat yang diberikan dapat berupa antibiotik, obat tetes telinga, dan obat untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas yang tengah diderita anak. Dengan pengobatan yang tepat, cairan nanah yang sudah mengalir ke liang telinga luar, bisa tidak keluar lagi dan telinga menjadi kering. Alhasil, terjadinya komplikasi dapat dicegah.

Untuk kasus congekan yang gendang telinganya sampai menonjol karena berisi nanah dan terasa nyeri, dapat dilakukan tindakan pembedahan kecil (miringotomi) sehingga cairan di belakang gendang telinga dapat dialirkan ke liang telinga luar. Kemudian gendang telinga akan menutup kembali. Namun, sekali lagi, apabila pengobatan di awal sudah adekuat, miringotomi umumnya tidak perlu dilakukan. Congekan mesti dioabati secepatnya. Kalau anak menderita ISPA, segera bawa ke dokter agar mendapat pengobatan yang tepat. Jangan sampai ISPA menjalar menjadi congekan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Waspadai Congekan Bisa Menimbulkan Komplikasi

Beberapa waktu lalu, Randy (5) mengeluh telinga bagian dalam terasa sakit. Ia pun mengalami demam. Yang membuat mamanya kaget, dari dalam telinga si kecil keluar cairan kuning dan aduuh… baunya…! Jangan-jangan si kecil congekan . Ya, congekan adalah keluarnya cairan dari telinga akibat infeksi pada telinga tengah. Seperti diketahui, telinga manusia terdiri atas 3 bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Antara telinga luar dengan telinga tengah dibatasi oleh gendang telinga. Cairan infeksi ini keluar dari telinga tengah ke liang telinga luar menembus gendang telinga yang telah berlubang karena infeksi. Cairan yang keluar bisa berwarna ku ning atau kehijauan, berbau, serta bisa mengenai satu atau kedua telinga. Biasanya diawali dengan batuk, pilek, dan demam.

Sayangnya, banyak mama tidak menyadari, congekan bisa berdampak serius, sehingga kadang dibiarkan karena dianggap bisa sembuh sendiri.Padahal, tanpa penanganan yang tepat, congekan bisa menimbulkan komplikasi berbahaya dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Infeksi saluran napas atas (ISPA) juga sering menyebabkan congekan . Pada anak, makin sering mengalami ISPA, makin besar kemungkinan ia terkena infeksi pada telinga tengah.

Kenali Pencetusnya

Sekali lagi, penyebab congekan adalah adanya infeksi pada telinga tengah (otitis media akut). Kondisi ini bisa lantaran adanya sumbatan pada saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung (tuba eustachius). Sebenarnya, secara fisiologis terdapat mekanisme pencegahan masuknya kuman ke dalam telinga tengah oleh rambut-rambut yang melapisi permukaan saluran (tuba eustachius). Akan tetapi, karena fungsi saluran ini terganggu, maka terjadi masuknya kuman ke dalam telinga tengah.

Infeksi saluran napas atas (ISPA) juga sering menyebabkan congekan. Pada anak, makin sering mengalami ISPA, makin besar kemungkinan ia terkena infeksi pada telinga tengah. Pada bayi, terjadinya congekan dipermudah oleh kondisi saluran (tuba eustachius) yang pendek, lebar, dan letaknya agak horizontal. Bayi dengan posisi tidur telentang pada saat menyusu juga sering menyebabkan congekan karena masuknya air susu ke dalam saluran (tuba eustachius) ke telinga tengah.

Sumber : https://ausbildung.co.id/