Mengenal Kelainan Kaki Si Kecil Bag4

Kelainan kaki x dan o, jika diketahui sejak dini dapat dikoreksi antara lain dengan memakaikan gips, sepatu sol di dalam (insole) sesuai kelainan, sepatu berpenahan besi (brace) untuk menarik tulang ke posisi yang benar atau alat bebat tungkai sehingga tidak bergerak ketika tidur. Toeing in dan toeing out toeing in berarti saat berjalan kaki kaki masuk ke dalam bukan menunjuk lurus ke depan.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Sedangkan toeing out sebaliknya, yaitu kaki menunjuk keluar. Toeing in dan toeing out adalah penyebab paling sering gangguan berjalan pada anak. Secara klinis, ke duanya merupakan kelainan fisiologis pada beberapa anak, dan 90—95% terkoreksi dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan aktif. Meskipun demikian, kelainan ini masih merupakan keluhan yang paling sering menyebabkan orangtua datang ke ortopedi atau dokter anak untuk berkonsultasi.

 

Anak dengan toeing in dan toeing out akan lebih suka duduk pada posisi “w”, mereka tidak bisa/ tidak nyaman duduk dengan posisi bersila. Penggunaan denish browne (alat spesifi k yang digunakan untuk mengubah cara berjalan) dengan beberapa modifi kasi bar ternyata dapat mengoreksi dengan hasil yang memuaskan. Penanganan aktif dan pembedahan hanya dibutuhkan pada kelainan yang rigit dan deformitas yang kompleks.

Jalan jinjit (toe walking) jalan jinjit umumnya normal pada anak-anak, terutama bagi yang baru belajar berjalan, dan akan hilang bila mereka sudah mampu berjalan dengan baik. Akan tetapi, bila anak sudah mampu berjalan, namun berjalannya tetap jinjit, ini dapat menjadi gejala yang perlu diamati lebih lanjut. Apalagi bila terlihat gerak sendi pergelangan kaki terlihat terbatas. Bila tidak ditindaklanjuti, jalan jinjit mengubah anatomis dan fungsi kaki menjadi tidak sempurna.

Maka itu segeralah ke dokter bila si kecil berjalan jinjit, saat duduk di bawah lebih senang dalam posisi huruf w, kaki tidak lurus, bengkok atau berbentuk o/x, bila alas kaki, sandal, atau sepatu tidak merata ausnya, terdapat kapalan atau kulit yang menghitam dan mengeras atau benjolan pada salah satu kaki yang tidak simetris, anak selalu mengeluh nyeri pada telapak, tumit atau lutut, mudah tersandung, terdapat pada masalah kulit atau kuku, kaki berbau, dan tampak keringat berlebihan pada kaki. Jika dokter menemukan masalahnya ringan, cukup latihan peregangan atau terapi fisik. Tapi bila dinilai lebih serius, perlu diberikan alat ortosis kaki, atau malah operasi agar kelak tidak mengganggu langkah si kecil.

Sumber : https://ausbildung.co.id/