Pasar Batu Mulia Rawa Bening

Pasar Batu Mulia Rawa Bening

“Yang ini batu apa namanya?” tanya satu orang ibu saat memandangi suatu batu waran kebiruan di toko Srikandi.

“Itu jamrud.”

“Berapa harganya?”

“Rp 6 juta!” jawab Faisal, empunya toko.

Si ibu tidak terpukau mendengar moral yang Dinamakan. Malah ihwal lebih lanjut dilontarkan, “Segitu tarif batunya doang atau sama cincinnya?”

“Berikut cincinnya, Bu.”

“Dari emas atau perak?”

“Perak.”

Pernah tawar-menawar, transaksi pun berlanjut. Si Ibu mempersiapkan suatu MasterCard.

Seperti itulah bayangan angin di Pasar uang Batu Aji dan Batu Berlian, Pasar Rawa Bersih, Jl. Bekasi Barat, Jatinegara, Jakarta Timur. Situs pasar ini pas di seberang terminal kereta api Jatinegara. Bagi yang tidak membawa uang Kontan, maka toko Srikandi pun merebut penyetoran dengan card credit seperti Izin. masterCard, lamun debit BCA. Untuk itu Faisal Menyiagakan. Hingga kini mesin penggesek itu tinggal sedia meski tak sering Dipakai. Ana� lihat lama-lama trend pelunasan ke arah situ. Orang resmi tak perlu pakai uang tunai untuk Pelunasan. Terkecuali itu serta untuk mengatrol penjualan,” ungkap Faisal.Menempati lantai dasar satu buah pusar pertokoan, sentra batu aji ini terkesan Pengap. Di sini ada sebagian 350 pedagang, yang sebahagian besar tanpa Kedai, melainkan lapak-lapak kecil. Pasar ini khatam puluhan tahun berdiri. Saban hari ramai oleh Tamu, terpenting mereka yang favorit dapat batu akik. Di pasar ini, mau cari batu hias apa saja bisa ditemukan. Menyadran kesini laiknya kita menambahi suatu pasar tradisional biasa. Sekitar pedagang memasang koleksi bebatuan miliknya baik di kios-kioas toko walakin lapak-lapak kecil. Tapi jangan salah, banyak pengunjung kaku menengok tempat ini. Tak bertanya-tanya jika pemprov DKI menyusulkan tempat ini sekiranya salah satu destinasi wisata pelancong kaku di guide book wisata. Pemprov memandang Pasar Rawa jernih dijadikan salah satu sesuatu yang patutu dihampiri dan sungguh harta bernilai bagi Prmprov DKI. Pasar ini dikhususkan untuk pedagang dan perajin batu akik. Kian di tahun 1990-an, pasar ini sering disambangi pelancong dari Cina, Jepang, Korea, Taiwan dan malaysia. Mereka rata-rata kesukaan mengoleksi bebatuan.

Baca juga: Tips Memilih Paket Catering Pernikahan Yang Tepat

“Tempat ini habis dijadikan niat wisata, untuk memperkenalkan batu-batu khusus Indonesia demi orang asing Canggung. Salah satu cara Biro Pariwisata DKI menjulang yakni dengan menyusun brosur yang disebar di kedutaan-kedutaan besar,” ujar Mohammad Siddik, pemilik toko Berlian Asafa.

Upaya ini, menurut Siddik cukup menggelar Desain. Banyak wisatawan kaku yang datang, meski kedatangannya tidak bergerombol. Mereka satu-persatu nongol, tidak mencolok. Sementara, Faisal mengaku, Toko Srikandi biasa direkomendasikan untuk menjadi guide bagi setengah ekspatriat. Meski tujuannya bukan belanja, tapi jika rampung melihat-lihat batu rata rata mereka tertatik untuk membelinya.

Nama batu-batu yang banyaknya menggabai ribuan macam ini memiliki bermacam Laras. Rekahan lain Arizona, Tablilized Turq, Dyed Lapis, Malachite, Tigereye, Red Tigereye, Cateye, Pendot, Citrine, Rock Crystal, Black Onix, Snowflake, Amethyst, Jade hingga Leopard Skin.

Dibanding batu lokal. Batu impor mendominasi dagangan mereka. Sekiranya batu impor mirah (ruby), safir (sapphire) dan zamrut (emerald). “Zamrut itu diimpor dari Rusia dan Kolombia. Ruby atau biasa yang dinamakan mirah dari Myanmar dan Thailand, serta safir dari Srilanka,” jelas Siddik yang finis 30 tahun lebih mengamati usaha bidang batu akik. Adapun tarif batu yang ditawarka bervariasi sesuai kualitasnya, berkisar jarak Rp 500 ribu – 5 juta.

“Untuk mengungkung dagangan, saya serta jual batu campuran yang harganya jauh lebih murah, di bawah Rp 500 ribu,” beber Siddik yang sering membeli batu dari pedagang Pakistan.

Sejatinya, batu aji yaitu batu alam yang memiliki ciri-ciri tertentu, yang jika dibentuk, dirkayasa dan diasah sampai mengkilap bisa valid perhiasan. Nah, di unsur belakang pasar ini pun dapat kita dapati beberapa orang yang berdedikasi jasa Mencabut, sekalian mengurut dan menghapus batu alam. Batu-batu yang berdosis besar atau tinggal bertampang bongkahan bakal dipotong kecil-kecul untuk seterusnya dipasangkan pada cincin atau liontin. Di sini kastemer serta bisa memesan bentuk perhiasan sesuai selera. Bawa cara esa pun, kaum pengusaha dan perajin di sana bisa mengasuh yang dipesan dan bisa ditunggu. Mau batu asli atau campuran seperti permata imitasi serta Terpendam, mulai dari tarif ribuan hingga puluhan juta.